Selasa, 21 Mei 2013

Berkarya VS Berdemo

Oleh : Mars Muhammad Ap

Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar “Mahasiswa”? ,  saya tanyakan hal itu kepada warga disebuah desa di daerah Sindangkerta –Bandung barat ketika melakasanakan Kuliah Kerja Nyata. Jawaban mereka ternyata bervariasi, dan dari sekian banyak jawaban,  yang  menjadi perhatian saya adalah 2  jawaban berikut, yakni pertama mahasiswa adalah serba tahu dan serba bisa.  Kedua,  mahasiswa adalah tukang demo.
Jawaban pertama, menyatakan mahasiswa adalah serba bisa dan serba tahu laksana orang cerdas yang tahu segalanya, dan bisa segalanya. Jawaban ini membuat saya malu, karena saya merasa tidak seperti  yang mereka kira. Setelah itu perasaan was-was mengghinggapi saya karena anggapan itu menggambarkan harapan mereka. Dan ketakutannya adalah  keberadaan kita(kelompok KKN) tidak sesuai dengan harapan mereka.
Jawaban kedua, menyatakan mahasiswa adalah tukang demo. Dan ada sebagian masyarakat yang menjawab demikian memberi tambahan, “ ayeuna we gogorowokan tarik teh, ke  mah geus jadi pajabat saruana “. Mendengar jawaban itu saya hanya tersenyum, dan memberi penjelasan pendek “ teu sadayana kitu pa”.
Dua jawaban tersebut adalah realita anggapan masyarakat kita terhadap mahasiswa. Ada anggapan yang menggambarkan harapan, dan ada anggapan yang menyangsikan. Hal ini muncul berdasar penginderaan mereka terhadap prilaku mahasiswa selama ini, sehingga melahirkan anggapan tersebut. Mungkin orang yang penuh harap kepada mahasiswa, karena sering melihat mahasiswa-mahasiswa cerdas dengan berbagai karya yang membantu masyarakat. Ia berfikir keras membuat karya yang bermanfaat kepada masyarakat. Inilah mahasiswa yang sebenarnya dibutuhkan masyarakat, mahasiswa yang memberi kemanfaatan dengan ilmunya.
Berbeda dengan anggapan kesangsian, mungkin karena selama ini mereka melihat para pejabat yang juga dahulunya adalah para mahasiswa dengan idelaismenya. Dan sering teriak-teriak, namun setelah mereka memiliki kedudukan mereka pun tidak ada bedanya dengan pejabat yang dahulu sering dihujat dalam demonya. Dan kenyataan sering ditemukan bahwa teriaknya itu atas kepentingan tertentu, dan dibiayai oleh orang yang punya kepentingan. Serta tidak sedikit mereka banyak merusak fasilitas umum, mengganggu lalulintas bahkan kadang jatuh korban. 
 

FORUM MAHASISWA GARUT UNTUK BANGSA INDONESIA

Jumat, 22 Maret 2013

GERAKAN MAHASISWA DARI MASA KE MASA

PENDAHULUAN

Sangat Menarik untuk dibicarakan jika kita berbicara mahasiswa, karena mahsiswa adalah predikat yang amat "eksklusif". Disebut eklsusif karena mahasiswa adalah sosok yang istimewa dipandang dari sudut apapun dan dari manapun serta mempunya cerita yang istimewa dari masa ke masa, baik di Negara maju maupun di Negara berkembang begitu juga halnya dengan mahasiswa di Indonesia.

Di Indonesia sendiri mahasiswa mempunyai peranan penting dalam mengubah sejarah kebangsaan dan perjalanan demokrasi. Catat saja bagaimana peranan mahasiswa mampu merubah wajah perpolitikan saat ini yaitu dengan Gerakan reformasinya. Jauh beberapa tahun kebelakang kita mengenal angkatan gerakan kemahsiswaan dengan segala momentum sejarah kebangsaan di tanah air.

 Gerakan Mahasiswa Tahun 1966
 
Dikenal dengan istilah angkatan 66, gerakan ini awal kebangkitan gerakan mahasiswa secara nasional, dimana sebelumnya gerakan-gerakan mahasiswa masih bersifat kedaerahan. Tokoh-tokoh mahasiswa saat itu adalah mereka yang sekarang berada pada lingkar kekuasaan dan pernah pada lingkar kekuasaan, siapa yang tak kenal dengan Akbar Tanjung dan Cosmas Batubara. Apalagi Sebut saja Akbar Tanjung yang pernah menjabat sebagai Ketua DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) periode tahun 1999-2004.

Angkatan 66 mengangkat isu Komunis sebagai bahaya laten Negara. Gerakan ini berhasil membangun kepercayaan masyarakat untuk mendukung mahasiswa menentang Komunis yang ditukangi oleh PKI (Partai Komunis Indonesia). Eksekutif pun beralih dan berpihak kepada rakayat, yaitu dengan dikeluarkannya SUPERSEMAR (surat perintah sebelas maret) dari Presiden Sukarno kepada penerima mandat Suharto. Peralihan ini menandai berakhirnya ORLA (orde lama) dan berpindah kepada ORBA (orde baru). Angkatan 66 pun mendapat hadiah yaitu dengan banyaknya aktivis 66 yang duduk dalam kabibet pemerintahan ORBA.

 Gerakan Mahasiswa Tahun 1972
 
Gerakan ini dikenal dengan terjadinya peristiwa MALARI (Malapetaka Lima Belas Januari). Tahun angkatan gerakan ini menolak produk Jepang dan sinisme terhadap warga keturunan. Dan Jakarta masih menjadi barometer pergerakan mahasiswa nasional, catat saja tokoh mahasiswa yang mencuat pada gerakan mahasiswa ini seperti Hariman Siregar, sedangkan mahasiswa yang gugur dari peristiwa ini adalah Arif Rahman Hakim.

 Gerakan Mahasiswa Tahun 1980 an
 
Gerakan pada era ini tidak popular, karena lebih terfokus pada perguruan tinggi besar saja. Puncaknya tahun 1985 ketika Mendagri (Menteri Dalam Negeri) Saat itu Rudini berkunjung ke ITB. Kedatangan Mendagri disambut dengan Demo Mahasiswa dan terjadi peristiwa pelemparan terhadap Mendagri. Buntutnya Pelaku pelemparan yaitu Jumhur Hidayat terkena sanksi DO (Droup Out) oleh pihak ITB (pada pemilu 2004 beliau menjabat sebagai Sekjen Partai Serikat Indonesia / PSI).
 
Gerakan Mahasiswa Tahun 1990 an
 
Isu yang diangkat pada Gerakan era ini sudah mengkerucut, yaitu penolakan diberlakukannya terhadap NKK/BKK (Normalisasi Kehidupan Kampus / Badan Kordinasi Kampus) yang membekukan Dewan Mahasiswa (DEMA/DM) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).

Pemberlakuan NKK/BKK mengubah format organisasi kemahsiswaan dengan melarang Mahasiswa terjun ke dalam politik praktis, yaitu dengan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0457/0/1990 tentang Pola Pembinaan dan Pengembangan Kemahasiswaan di Perguruan Tinggi, dimana Organisasi Kemahasiswaan pada tingkat Perguruan Tinggi bernama SMPT (senat mahasiswa perguruan tinggi).

Organisasi kemahasiswaan seperti ini menjadikan aktivis mahasiswa dalam posisi mandul, karena pihak rektorat yang notabane nya perpanjangan pemerintah (penguasa) lebih leluasa dan dilegalkan untuk mencekal aktivis mahasiswa yang berbuat "over", bahkan tidak segan-segan untuk men-DO-kan. Mahasiswa hanya dituntut kuliah dan kuliah tok.

Di kampus intel-intel berkeliaran, pergerakan mahasiswa dimata-matai. Maka jangan heran jika misalnya hari ini menyusun strategi demo, besoknya aparat sudah siap siaga. Karena banyak intel berkedok mahasiswa.

Pemerintah Orde Baru pun menggaungkan opini adanya pergerakan sekelompok orang yang berkeliaran di masyarakat dan mahasiswa dengan sebutan OTB (organisasi tanpa bentuk). Masyarakat pun termakan dengan opini ini karena OTB ini identik dengan gerakan komunis.

Pemahaman ini penulis dapatkan ketika mengikuti ORPADNAS (orientasi kewaspadaan nasional) tingkat DKI Jakarta yang diikuti oleh seluruh Perguruan Tinggi di Jakarta pada tahun 1993. dan juga sebagai peserta pada kegiatan TARPADNAS (penataran kewaspadaan nasional) tingkat nasional yang diikuti oleh unsur pemuda dan mahasiswa seluruh Indonesia tahun 1994..

Pemberlakuan NKK/BKK maupun opini OTB ataupun cara-cara lain yang dihadapkan menurut versi penguasa ORBA, tidak membuat mahasiswa putus asa, karena disetiap event nasional dijadikan untuk menyampaikan penolakan dan pencabutan SK tentang pemberlakukan NKK/BKK, termasuk juga pada kegiatan TARPADNAS.

Sikap kritis mahasiswa terhadap pemerintah tidak berhenti pada diberlakukannya NKK/BKK, jalur perjuangan lain ditempuh oleh para aktivis mahasiswa dengan memakai kendaraan lain untuk menghindari sikap refresif Pemerintah, yaitu dengan meleburkan diri dan aktif di Organisasi kemahasiswaan ekstra kampus seperti HMI (himpunan mahasiswa islam), PMII (pergerakan mahasiswa islam Indonesia), GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia), PMKRI (Pergerakan Mahasiswa Kristen Indoenesia) atau yang lebih dikenal dengan kelompok Cipayung. Ini juga dialami penulis yang menemukan titik kejenuhan jika hanya bergulat dengan ORMAWA intra kampus, karena mahasiswa menjadi kurang peka terhadap lingkungan sekitar, apalagi predikat mahasiswa adalah sebagai agent of intelegence, agent of change, agent of social control, yaitu mahasiswa sebagai seorang kaum terdidik, sebagai pembaharu dan sebagai kontrol sosial.
 
Gerakan Mahasiswa Tahun 1998
 
Gerakan mahasiswa era sembilan puluhan mencuat dengan tumbangnya Orde Baru dengan ditandai lengsernya Soeharto dari kursi kepresidenan, tepatnya pada tanggal 12 mei 1998.

Gerakan mahasiswa tahun sembilan puluhan mencapai klimaksnya pada tahun 1998, di diawali dengan terjadi krisis moneter di pertengahan tahun 1997. harga-harga kebutuhan melambung tinggi, daya beli masyarakat pun berkurang. Mahasiswa pun mulai gerah dengan penguasa ORBA, tuntutan mundurnya Soeharto menjadi agenda nasional gerakan mahasiswa. Ibarat gayung bersambut, gerakan mahasiswa dengan agenda REFORMASI nya mendapat simpati dan dukungan yang luar biasa dari rakyat. Mahasiswa menjadi tumpuan rakyat dalam mengubah kondisi yang ada, kondisi dimana rakyat sudah bosan dengan pemerintahan yang terlalu lama 32 tahun ! politisi diluar kekuasaan pun menjadi tumpul karena terlalu kuatnya lingkar kekuasaan, dan dikenal dengan sebutan jalur ABG (ABRI, Birokrat, dan Golkar).

Simbol Rumah Rakyat yaitu Gedung DPR/MPR menjadi tujuan utama mahasiswa dari berbagai kota di Indonesia, seluruh komponen mahasiswa dengan berbagai atribut almamater dan kelompok semuanya tumpah ruah di Gedung Dewan ini, tercatat FKSMJ (Forum Komunikasi Senat Mahasiswa Jakarta), FORBES (Forum Bersama), KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) dan FORKOT (Forum Kota). Sungguh aneh dan luar biasa, elemen mahasiswa yang berbeda paham dan aliran dapat bersatu dengan satu tujuan : Turunkan Soeharto.

Dua elemen mahasiswa yang mencuat adalah FKSMJ dan FORKOT. Penulis mengenal betul karakter dua elemen mahasiswa ini. FKSMJ yang merupakan forumnya senat mahasiswa se Jakarta, lebih intens melakukan koordinasi dan terkesan hati-hati dalam menyikapi persolan yang muncul, dan lebih apik dalam beraksi karena menghindari gerakan mata-mata intel. Sedangkan FORKOT yang terdiri dari kelompok aktivis mahasiswa Pers Kampus lebih "radikal" dalam beraksi dan berani menentang arus, sehingga tak jarang harus berhadapan langsung dengan aparat, dan bentrok fisik pun tak terelakan.

Perjuangan mahasiswa menuntut lengsernya sang Presiden memang tercapai, tapi perjuangan ini sangat mahal harganya karena harus dibayar dengan 4 nyawa mahasiswa Tri Sakti, mereka gugur sebagai Pahlawan Reformasi, serta harus dibayar dengan tragedi Semangi 1 dan 2. Memang lengser nya Soeharto seolah menjadi tujuan utama pada gerakan mahasiswa sehingga ketika pemerintahan berganti, isu utama kembali kepada kedaerahan masing-masing. FORKOT dan FKMSMJ pun kembali bersebrangan tujuan.

REFORMASI terus bergulir, perjuangan mahasiswa tidak akan pernah berhenti sampai disini. Perjuangan dari masa ke masa akan tumbuh jika Penguasa tidak berpihak kepada rakyat.
 
Penutup
 
Dari perjalanan gerakan mahasiswa dari masa ke masa ada persamaan ciri dari gerakan mahasiswa angkatan 98 dengan gerakan mahasiswa angkatan lainnya, yaitu :

¨ Sebagai Motor penggerak Pembaharuan
¨ Kepedulian dan Keberpihakan terhadap rakyat

Sedangkan perbedaan yang mencolok adalah, penyikapan isu yang tidak sentral lagi, karena REFORMASI TOTAL belum tuntas dan aktivis angkatan 98 sudah melepas statusnya sebagai mahasiswa, serta mereka sudah tidak seidealis lagi ketika waktu masih menjadi mahasiswa di dalam menyikapi persolan bangsa, mereka sekarang sudah terjun kedalam dunia politik praktis dan tersebar di banyak partai pemilu 2004. Dulu mereka menggugat ORBA, tapi sekarang duduk dan bergabung dalam lingkaran ORBA. Inilah suatu realita perpolitikan di Indonesia. Mungkin juga anda yang sekarang sebagai aktivis akan seperti mereka, menjadi seorang Opurtunis ? hanya anda sendiri yang akan menentukan langkah selanjutnya.

Karakter yang menarik dari semua aktivis gerakan mahasiswa adalah mereka yang memenuhi persyaratan :

¨ Mempunyai prestasi akademik yang baik (IPK diatas rata-rata).
¨ Basic organisasi yang kuat, karena mengalami pengkaderan yang berjenjang dari tingkatannya, bukan aktivis instant yang hanya mengejar popularitas sesaat.
¨ Santun dalam bertingkah cerdas dalam berfikir (ahlakul kharimah), dan menjadi panutan mahasiswa lainnya.
¨ Mampu me-manage (mengatur) waktu, bukan waktu yang mengaturnya.
¨ Mampu menuangkan pokok pikiran dan ide-ide nya kedalam tulisan. Gerakan penyadaran tidak hanya dalam bentuk aksi jalanan melainkan dalam bentuk tulisan juga.

Jika anda sebagai mahasiswa mempunyai semua kriteria seperti diatas, maka anda layak menyandang predikat sebagai aktivis mahasiswa sejati. Jika belum, maka baiknya Penulis sarankan anda banyak belajar, belajar dan belajar.
 

(Tulisan ini sudah dimuat di Harian RADAR KARAWANG edisi : Awal Mei 2005 dimuat secara bersambung & Jurnal Kopertis Wilayah IV Jawa Barat)

FORUM MAHASISWA GARUT UNTUK BANGSA INDONESIA

Senin, 24 September 2012

Mahasiswa Dalam Cengkraman Hedonisme


Untuk memulai satu pembicaraan tentang perubahan saya selalu merujuk pada kerangka ilahiah. Dialah al-Qur’an. Ternyata ayat yang paling pertama turun dalam reformasi peradaban yang dibangun oleh Rasulullah shallahu alaihi wasallam adalah QS Al-Alaq:1-5.
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.
Dan ternyata setelah beliau diangkat menjadi seorang rasul, disebutkan dalam QS. Al-Mudatsir. Satu diantara perintahnya adalah :
Dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan.
Saat baru saja memasuki dunia kampus, saya langsung dihadapkan pada pilihan. Dalam LKMM, di himpunan saya diberi kesempatan untuk memilih karakter atau jatidiri. Mahasiswa Akademis, yang sibuk dengan kuliah dan tugas-tugasnya. Hedonis, yang sibuk dengan gemerlap hura-hura. Dan aktivis, yang sibuk dengan rutinitas kelembagaan dan pengembangan diri. Tapi bagi saya, masih ada karakter ke-empat yang belum dirangkum dari tiga jati diri tadi. Dialah mahasiswa saintis. Maksudnya adalah mahasiswa yang menjadikan ilmu sebagai tujuannya. Dan dengan ilmu itu pula ia menggunakannya untuk berbuat kebaikan.
Hari ini memang banyak akademis. Namun sayang, hanya untuk mencari profesi. Sebukt saja mengejar gelar, untuk meningkatkan pangkat dan jabatan. Demikian halnya aktivis, ternyata bergerak hanya karena doktrin tertentu. Pikirannya terbelenggu oleh ideolog-ideologi dogmatis. Mereka hanya menjadikan kebenaran berasal dari seoerang figure dan tokoh. Bukan karena apa yang dibawanya. Kebenaran seakan dikenal dari seseorang. Padahal yang benar adalah, seseorang dikenal karena memegang teguh kebenaran. Sama halnya dengan Iyas Bin Muawiyah yang berani menunjukkan kebenaran di hadapan khalifah. Ketika ditanya mengapa engkau melawan khalifah, ia adalah orang besar, sementara engkau hanya anak kecil. Beliau menjawab, “Bukankah kebenaran lebih besar darinya ?”.
Demikian halnya, Said Ibn Jubair. Seorang yang  memegang teguh kebenaran ketika dihadapan khalifah Hajjaj Bin Yusuf Ats-Tsaqafi, pemimpin yang kejam dan ditakuti. Ketika hendak dipenggal, ia tersenyum dan berkata kepada khalifah saat itu, “Aku takjub atas kecongkakanmu terhadap Allah dan kelapangan Allah terhadapmu”.
Khalifah langsung memerintah, “Bunuh dia !”.
Said yang menghadap kiblat, saat diayunkan pedang ke arahnya membaca firman-Nya “Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Rabb yang menciptakan langit dan bumi, dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.”(QS Al-An’am:79)
Kahlifah menyuruh untuk berhenti, dan menyuruh algojonya memalingkannya dari kiblat. Akan tetapi Said masih membaca ayat.
Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS Al-baqarah: 115).
Mendengar itu, khalifah kembali memerintahkan : “Sungkurkan dia ke Tanah !”.
Said kembali membaca,
Dari bumi (tanah) itulah Kami menjadikan kamu dan kepadanya Kami akan mengembalikan kamu dan daripadanya Kami akan mengeluarkan kamu pada kali yang lain, (Qs Thaha: 55).
Ia pun mati setelah berdoa sambil mengangkat tangan, “Yaa Allah jangan lagi kau beri kesempatan ia melakukannya atas orang lain setelah aku”.
Maka Hajjaj tidak lebih dari 15 hari setelah kejadian itu, mengalami sangit demam, dan mati.
Yang lebih parah adalah ketika juga banyak aktvis yang juga ternyta telah terjerat virus pragmatis hingga menjadi hedonis. Sibuk dengan FB, dan kegiatan lain yang tidak bermanfaat.
Karena itu, membangun karakter dan jati diri sebagai seorang pejuang adalah hal mutlak untuk menjadi aktivis saintis. Aktivis yang cinta ilmu. Karena tidak aka nada perubahan yang dibangun di atas ilmu yang rapuh. Ia harus dibangun di atas prinsip-prinsip ilmiah. Sebagaimana para ulama yang menghabiskan waktu, tenaga dan dananya untuk mencari satu buah hadits.
Hari ini, jangankan satu hadist, demikian mudah sekarang kita memperolehnya, akan tetapi, dorongan syubhat dan syahwat telah menghalangi manusia dari kebenaran. Karena mengikuti Nafsu, Orang banyak, dan nenek moyang.
Terakhir, jika hari ini kita sibuk dengan buku-buku dan laboratorium. Sibuk dengan diskusi dan aktivitas ilmiah lainnya, tidak punya banyak waktu kecuali dengan Al-Qur’an dan memperbaiki tajwid, buku-buku tafsir, hadits, ensiklopedia dan yang lainnya, maka kita sebenarnya telah memiliki kunci itu. Akan tetapi jika hari kita hanya sibuk dengan SMS-an ria, gombal dan lebay dan FB-an yang tak kunjung usai, serta menikmati nikmatnya kasur empuk sepanjang hari. Maka tutuplah mata anda dan segeralah beranjak ke pembaringan. Karena anda tidak dibutuhkan oleh perjuangan membangun peradaban. Singkatnya, kita akan mengucapkanselamat tinggal !, kepada Anda. Karena kita kasihan. Umur anda terlalu boros hanya untuk hal-hal demikian
Karena itu jangan pernah berharap akan terjadi perubahan, jika ruh gerakan mahasiswa hari ini adalah budaya-budaya hasil warisan jahiliah. Perpecahan, perang, pertikaian, anarkisme, apalagi ketika lingkar budaya itu telah menjangkau sampai radius aktivitas-aktivitas sia-sia, seperti judi, miras dan pacaran. Jangan pernah berharap. Sekali lagi saya katakan, sedikit pun jangan pernah berharap !!!.
Jangan pernah memimpikan perubahan jika budaya itu masing-masing melingkupi aktivitas-aktivitas kita, dan budaya ilmiah belum menjadi nilai yang dijunjung tinggi dalam realisasi idealisme mahasiswa. Perubahan itu tidak hanya dibawa dengan batu dan darah, tapi perubahan itu dibawa dengan kecintaan terhadap tradisi ilmu, tinta dan peluh. Karena yang kita ingin bangun kembali adalah peradaban yang telah lama hilang. Sebuah peradaban warisan generasi terbaik manusia. Diletakkan pada wahyu ilahi yang paling pertama turun yang mampu mereformasi peradaban hingga memimpin 2/3 belahan dunia. Wahyu yang mengawal transformasi peradaban hingga menguasai sebagian besar daratan Eropa, Asia dan Afrika selama kurang lebih 700 tahun.
Bacalah, dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan (QS Al-‘Alaq:1)
Ya, wahyu inilah yang saya maksud (Wallohu ta’ala a’lam).
Oleh:
Samsuar Hamka 
(Alumni Universitas Negeri Makassar)



FORUM MAHASISWA GARUT UNTUK BANGSA INDONESIA

Sabtu, 18 Agustus 2012

SELMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1433 H

 
Dari Anas bin Malik ra berkata bahwasanya Rasulullah SAW datang ke Madinah sedangkan mereka (penduduk Madinah) memiliki dua hari untuk bermain dan bergembira ria. Maka Rasulullah SAW bersabda, ‘Ada apakah dengan dua hari ini?’ Mereka menjawab, ‘Kami biasa bermain dan bergembira ria pada masa jahiliyah di dua hari tersebut.’ Rasulullah SAW bersabda, ‘Sesungguhnya Allah SWT telah menggantikan dua hari kalian dengan dua hari yang lebih baik darinya, yaitu Iedul Adha dan Iedul Fitri.’ (HR. Nasa’i)
Seiring dengan cepatnya waktu berlalu, ternyata tanpa terasa ramadhan begitu cepatnya berjalan meninggalkan kita. Padahal kita belum maksimal membaca Al-Qur’an, belum maksimal shalat malam, belum maksimal melaksanakan shiyam dan juga belum optimal untuk melaksanakan ibadah-ibadah lainnya. Setetes air mata mengalir dari ujung mata, perasaan sedih bergemuruh dalam kalbu, Ya Allah, akankah Ramadhan tahun depan, kami masih dapat bertemu lagi dengan bulan Ramadhan?
Dahulu para salafuna shaleh, air mata mereka meleleh membasahi pipi dan lihyah lantaran Ramadhan pergi meninggalkan mereka. Terkadang dari lisan mereka terucap sebuah doa, sebagai ungkapan kerinduan akan datangnya ramadhan dan ramadhan :
اللَّهُمَّ بَلِّغْنَا رَمَضَانَ، وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ وَرَمَضَانَ وَرَمَضَانَ…
Ya Allah SWT, anugerahkanlah lagi kepada kami bulan Ramadhan, anugerahkanlah lagi kepada kami bulan Ramadhan, dan bulan Ramadhan, dan bulan Ramadhan…

Lalu apakah kita merasa sedih tatkala ramadhan meninggalkan kita?, atau sebaliknya malah bahagia karena kita bebas dari segala kungkungan yang ada di bulan ramadhan, mudah-mudahan kita tidak demikian. Dan semoga kita khusus mahasiswa Garut, umumnya seluruh umat muslim dijadikan orang –orang yang kembali kepada kesucian dan dijadikan orang yang mendapat kebahagiaan.

FORUM MAHASISWA GARUT  MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1 SYAWAL 1433 H

 
FORUM MAHASISWA GARUT UNTUK BANGSA INDONESIA

Rabu, 07 Oktober 2009

ORGANISASI

Organisasi (Yunani: ὄργανον, organon - alat) adalah suatu kelompok orang yang memiliki tujuan yang sama. Baik dalam penggunaan sehari-hari maupun ilmiah, istilah ini digunakan dengan banyak cara.

Pengertian organisasi

Organisasi adalah sekelompok orang (dua atau lebih) yang secara formal dipersatukan dalam suatu kerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Pengertian Pengorganisasian.

Seperti telah diuraikan sebelumnya tentang Manajemen, Pengorganisasian adalah merupakan fungsi kedua dalam Manajemen dan pengorganisasian didefinisikan sebagai proses kegiatan penyusunan struktur organisasi sesuai dengan tujuan-tujuan, sumber-sumber, dan lingkungannya. Dengan demikian hasil pengorganisasian adalah struktur organisasi.

Pengertian Struktur Organisasi

Struktur organisasi adalah susunan komponen-komponen (unit-unit kerja) dalam organisasi. Struktur organisasi menunjukkan adanya pembagian kerja dan meninjukkan bagaimana fungsi-fungsi atau kegiatan-kegiatan yang berbeda-beda tersebut diintegrasikan (koordinasi). Selain daripada itu struktur organisasi juga menunjukkan spesialisasi-spesialisasi pekerjaan, saluran perintah dan penyampaian laporan.

Minggu, 04 Oktober 2009