Oleh : Mars Muhammad Ap
Apa yang Anda pikirkan ketika
mendengar “Mahasiswa”? , saya tanyakan
hal itu kepada warga disebuah desa di daerah Sindangkerta –Bandung barat ketika
melakasanakan Kuliah Kerja Nyata. Jawaban mereka ternyata bervariasi, dan dari
sekian banyak jawaban, yang menjadi perhatian saya adalah 2 jawaban berikut, yakni pertama mahasiswa adalah serba tahu dan serba bisa. Kedua, mahasiswa adalah tukang demo.
Jawaban pertama, menyatakan mahasiswa adalah serba bisa dan serba
tahu laksana orang cerdas yang tahu segalanya, dan bisa segalanya. Jawaban ini
membuat saya malu, karena saya merasa tidak seperti yang mereka kira. Setelah itu perasaan was-was
mengghinggapi saya karena anggapan itu menggambarkan harapan mereka. Dan ketakutannya
adalah keberadaan kita(kelompok KKN) tidak
sesuai dengan harapan mereka.
Jawaban kedua, menyatakan mahasiswa adalah tukang demo. Dan ada
sebagian masyarakat yang menjawab demikian memberi tambahan, “ ayeuna we
gogorowokan tarik teh, ke mah geus jadi
pajabat saruana “. Mendengar jawaban itu saya hanya tersenyum, dan memberi
penjelasan pendek “ teu sadayana kitu pa”.
Dua jawaban tersebut adalah
realita anggapan masyarakat kita terhadap mahasiswa. Ada anggapan yang
menggambarkan harapan, dan ada anggapan yang menyangsikan. Hal ini muncul
berdasar penginderaan mereka terhadap prilaku mahasiswa selama ini, sehingga
melahirkan anggapan tersebut. Mungkin orang yang penuh harap kepada mahasiswa,
karena sering melihat mahasiswa-mahasiswa cerdas dengan berbagai karya yang
membantu masyarakat. Ia berfikir keras membuat karya yang bermanfaat kepada
masyarakat. Inilah mahasiswa yang sebenarnya dibutuhkan masyarakat, mahasiswa
yang memberi kemanfaatan dengan ilmunya.
Berbeda dengan anggapan
kesangsian, mungkin karena selama ini mereka melihat para pejabat yang juga
dahulunya adalah para mahasiswa dengan idelaismenya. Dan sering teriak-teriak,
namun setelah mereka memiliki kedudukan mereka pun tidak ada bedanya dengan
pejabat yang dahulu sering dihujat dalam demonya. Dan kenyataan sering
ditemukan bahwa teriaknya itu atas kepentingan tertentu, dan dibiayai oleh
orang yang punya kepentingan. Serta tidak sedikit mereka banyak merusak
fasilitas umum, mengganggu lalulintas bahkan kadang jatuh korban.
FORUM MAHASISWA GARUT UNTUK BANGSA INDONESIA

