Selasa, 21 Mei 2013

Berkarya VS Berdemo

Oleh : Mars Muhammad Ap

Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar “Mahasiswa”? ,  saya tanyakan hal itu kepada warga disebuah desa di daerah Sindangkerta –Bandung barat ketika melakasanakan Kuliah Kerja Nyata. Jawaban mereka ternyata bervariasi, dan dari sekian banyak jawaban,  yang  menjadi perhatian saya adalah 2  jawaban berikut, yakni pertama mahasiswa adalah serba tahu dan serba bisa.  Kedua,  mahasiswa adalah tukang demo.
Jawaban pertama, menyatakan mahasiswa adalah serba bisa dan serba tahu laksana orang cerdas yang tahu segalanya, dan bisa segalanya. Jawaban ini membuat saya malu, karena saya merasa tidak seperti  yang mereka kira. Setelah itu perasaan was-was mengghinggapi saya karena anggapan itu menggambarkan harapan mereka. Dan ketakutannya adalah  keberadaan kita(kelompok KKN) tidak sesuai dengan harapan mereka.
Jawaban kedua, menyatakan mahasiswa adalah tukang demo. Dan ada sebagian masyarakat yang menjawab demikian memberi tambahan, “ ayeuna we gogorowokan tarik teh, ke  mah geus jadi pajabat saruana “. Mendengar jawaban itu saya hanya tersenyum, dan memberi penjelasan pendek “ teu sadayana kitu pa”.
Dua jawaban tersebut adalah realita anggapan masyarakat kita terhadap mahasiswa. Ada anggapan yang menggambarkan harapan, dan ada anggapan yang menyangsikan. Hal ini muncul berdasar penginderaan mereka terhadap prilaku mahasiswa selama ini, sehingga melahirkan anggapan tersebut. Mungkin orang yang penuh harap kepada mahasiswa, karena sering melihat mahasiswa-mahasiswa cerdas dengan berbagai karya yang membantu masyarakat. Ia berfikir keras membuat karya yang bermanfaat kepada masyarakat. Inilah mahasiswa yang sebenarnya dibutuhkan masyarakat, mahasiswa yang memberi kemanfaatan dengan ilmunya.
Berbeda dengan anggapan kesangsian, mungkin karena selama ini mereka melihat para pejabat yang juga dahulunya adalah para mahasiswa dengan idelaismenya. Dan sering teriak-teriak, namun setelah mereka memiliki kedudukan mereka pun tidak ada bedanya dengan pejabat yang dahulu sering dihujat dalam demonya. Dan kenyataan sering ditemukan bahwa teriaknya itu atas kepentingan tertentu, dan dibiayai oleh orang yang punya kepentingan. Serta tidak sedikit mereka banyak merusak fasilitas umum, mengganggu lalulintas bahkan kadang jatuh korban. 
 

FORUM MAHASISWA GARUT UNTUK BANGSA INDONESIA